Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa menunggu...Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Showing posts with label Coretan Tangan. Show all posts
Showing posts with label Coretan Tangan. Show all posts

Thursday, July 17, 2014

Tambang Pahala


Tau bulan Ramadhan gak nich?! Ya, itu pertanyaan konyol atau bahkan pertanyaan yang gak perlu ditanyakan. Aku mau check aja, barangkali ada yang kurang tahu tentang bulan ramadhan. Aku yakin semua Tentu tahu bulan ramadhan. Bulan ramadhan itu merupakan bulan dimana umat islam diwajibkan untuk berpuasa… tapi apa itu definisi yang benar? Tentu saja benar, namun tidak lengkap, kita tidak perlu membahas itu. Intinya semua tahu bulan ramadhan, itu saja.
Bulan Ramadhan itu ibarat tanah atau lapangan yang luas dan lapang; dimana didalam lapangan atau tanah tersebut terdapat berbagai macam emas, intan dan berlian. Bayangkan bangun di pagi hari, menghirup udara segar di luar dan kita mengatakan kepada diri sendiri, ini hari yang sangat baik dan menyenangkan. Kemudian Kita mengambil karung atau tas dan keluar halaman rumah untuk mengambil intan, emas dan berlian. Tanpa ada yang mengatakan bahwa kamu telah mencuri, karena semua itu dengan mudahnya kita temukan dan kita ambil dengan percuma tanpa harus membayar alias gratis. Semua boleh mengambil apa yang dapat mareka ambil selama mareka mau mengambilnya. Dan itu dapat kita lakukan setiap hari semudah kita mencabut rumput di halaman rumah; Semudah kita dapat menemukan batu di setiap sudut jalan. Satu-satunya kendala adalah rasa malas dan ketidakmauan kita untuk mengambil itu semua.
Kalo boleh aku ibaratkan, seperti itulah bulan ramadhan. Kita dengan mudahnya mendapatkan pahala, karena setiap tindakan baik yang kita lakukan akan dibalas berkali-kali lipat di bulan yang baik ini. Tidur aja bagi yang puasa di bulan ramadhan bisa mendapatkan pahala. Belum lagi melakukan tindakan kebaikan lainnya seperti shalat taraweh, atau bersedekah. Bulan puasa ini ibarat tambang pahala bagi mareka yang mau mencari pahala untuk tabungan akhirat. Kalo ibarat cuaca ada musim hujan, kemarau dan semi, maka bulan ramadhan merupakan musim hujan yang membawa berkah bagi petani. Pahala dengan mudah didapatkan bagai mencari air di musim hujan.
Makanya dengan kemuliaan bulan ramadhan seharusnya sangatlah rugi jika kita mengabaikan begitu saja. Kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang kita miliki di bulan yang penuh dengan berkah ini. Menyia-nyiakan bulan ramadhan sama halnya dengan membiarkan kesempatan kita berbuat baik hilang begitu saja. Jangan biarka bulan ramadhan berlalu begitu saja bersama waktu. Kejar setiap detik bulan ramdhan dengan berbuat kebaikan. Cegat dan rampok setiap detik yang kita lalui dibulan ramdhan untuk mendapatkan pahala sebagai tiket kita menuju takwa, kemudia berakhir di surga. Tidak mudah, tapi kita bisa berusaha. Karena hasil dari penempaan dibulan ramadhan itu tidak terlihat pada saat bulan ramadhan, tapi setelahnya.


Sunday, July 6, 2014

Melihat “Si Negatif” dari Perspektif “Si Positif”


Keren gak judulnya? Hahaha… yach, biar sedikit ilmiah, walaupun gak… ya… di-ilmiah-in aja, dengan menggunakan kata-kata yang jika didengar atau dibaca sama orang, reaksi yang dengar sama yang baca rada-rada bigung. Kebigungan mareka itu keberhasilan kita buat nunjukin kepinterannya kita, dan jadilah kita orang pinter, hahaha… tips biar kelihatan pintar… bikin orang lain bingung dengan istilah-istilah ilmiah yang kadangkala kita sendiri gak ngerti, asyik, hahaha… ini tips mujarab loh, lihat aja debat capres dan cawapres. Ketika debat para pasangan memakai kata-kata yang hanya mareka dan golongannya yang mengerti. Mareka mencoba nunjukin ke kita orang awam bahwa mareka pinter.

Dan… voila,,,! elektabilitas dari masing-masing capres dan capres meningkat setelah debat. Yach, walaupun survey elektabilitas ada yang dibayar dan enggak, yang jelas survey dari lembaga survey masing-masing calon mengaku adanya peningkatan elektabilitas setelah debat capres. Nach!, Meningkatnya elektabilitas mareka membuktikan kesuksesan mareka dalam membuat kita begong dan juga begok dengan istilah yang mareka gunakan. Menurutku, wajar mareka menggunakan istilah-istilah yang ilmiah, selain biar mareka kelihatan pinter, yang milih mareka juga udah pasti orang-orang pinter semuanya. Kita harus ingat, Indonesia merupakan Negara dengan tingkat pendidikan nomor wahid dibandingkan dengan Negara lain di dunia, jadi wajar aja. (nomor wahid dari urutan terakhir, hehehe…)

Ai, melambung jauh dari topik nich, Sekarang muka serius dan serem ni, hehe… jadi, Ada satu perkataan atau bisa dikatakan pernyataan yang menurut ku sangat menarik, yang disampaikan oleh mantan presiden kita BJ Habibie. Perkataan tersebut beliau lontarkan ketika beliau di wawancarai dalam sebuah acara televisi. Aku tidak terlalu ingat persis sama, tapi intinya kira-kira beliau mengatakan seperti ini,
“Kita seharusnya bersyukur dan berterimakasih kepada mareka yang tidak menyukai kita, mareka yang selalu mencari kesalahan kita, mareka yang menghabiskan waktu membicarakan kejelekan kita. Secara sadar atau tidak, mareka telah menghabiskan waktu untuk memikirkan kita, memberikan perhatian kepada kita, walaupun kita tidak pernah sedetikpun memikirkan mareka atau bahkan mengenal mareka.”

Thursday, July 3, 2014

Perspektif


“Perspektif, ada banyak sisi… bisa dipilih, tentu saja yang baik buat kamu…”
Perspektif dalam kamus besar bahasa indonesia dapat diartikan sebagai cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar dan tinggi); perspektif juga dapat diartikan sebagai pandangan atau sudut pandang.[1] Jadi sangat bergantung kepada pengetahuan dari orang yang memberikan pandangan atau pendapat. Refleksi dari yang dikatakan seseorang itu berdasarkan pengetahuannya akan apa yang dibicarakan atau diutarakan. Tidak semua pandangan orang lain itu cocok atau sesuai dengan keadaan kita. Kita hanya perlu memilah dan memilih mana pendapat atau pandangan yang cocok dengan kita.
Jadi, Ada satu kisah yang sering kali diulang dan hampir setiap waktu jika bercerita tentang sifat manusia dalam melihat realitas yang ada didepan mareka. Kisah ini merupakan kisah yang paling sering diutarakan dan mungkin hampir semua orang tau kisah ini. Ini merupakan kisah seorang yang sangat bijak, sangking bijaknya hingga Allah pun menyebutkan namanya di dalam Al-qur,an. Nama orang bijak tersebut adalah Lukmanul Hakim. Si orang bijak yang selalu mengingatkan anaknya akan Allah, dan selalu memberikan nasehat yang penuh makna kepada anaknya.

Saturday, September 28, 2013

Jika hidup ini hanyalah mimpi…



“Jika hidup ini hanyalah mimpi, maka nikmatilah hidup ini sembari mempersiapkan diri bertemu sang ILAHI.”
Tidak salah jika kita berpikiran bahwa kita tidak punya pilihan akan hidup yang kita nikmati ini. Tidak salah jika kita berkata bahwa kita hanya menjalankan apa yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Akan salah jika seandainya kita pada saat yang sama menyalahkan Tuhan karena ketentuan-ketentuanNYA. Marah kepada Tuhan karena ketentuan yang DIA tetapkan kepada kita tidak baik, tidak bagus dan cenderung membuat kita tersiksa atau bahkan telah membuat kita tersiksa selama kita hidup dan memulai jalan hidup kita di dunia.
Jika kita berpikir bahwa hidup yang kita jalani adalah ketentuan ilahi maka jalani saja. Jangan pernah mempertanyakan tentang ketentuan Tuhan terhadap kita. Jangan pernah bertanya kepada Tuhan tentang taqdir yang telah DIA tetapkan kepada kita. Dengan mempertanyakan itu maka kita telah membuat Tuhan marah karena keimanan kita terhadap kekuasaanNYA berkurang atau bahkan sudah tidak ada.
Jika kita berpikir bahwa hidup yang kita jalani merupakan ketetapan dari Tuhan yang tidak bisa ditawar. Maka kita tidak berhak menawar kepada Tuhan. Kita tidak berhak meminta kepada Tuhan karena percuma meminta jika memang semuanya telah ditakdirkan. Kita tidak perlu lagi berdoa karena sudah pasti tidak dikabulkan oleh Tuhan. Ya karena Tuhan telah menetapkan segala sesuatunya sebelum kita lahir hingga kita mati. Tugas kita hanya menjalani apa yang menjadi ketentuanNYA.
Jika kita berpendapat bahwa hidup yang sedang kita jalani merupakan ketetapan Tuhan yang tidak akan pernah bisa dirubah. Namun ada berapa sih sifat Tuhan itu? apa Tuhan hanya mempunyai sifat dalam menentukan qadar saja? Apa tidak ada sifat Pengasih dan Penyayang pada Tuhan? Apa tidak ada sifat Maha Mengetahui pada Tuhan?
Jika kita mengatakan bahwa hidup yang kita jalani ibarat sebuah jalan yang telah ditentukan oleh Tuhan, dan kita ditugaskan menelusuri jalan tersebut sembari melihat dan memuja Tuhan. Namun apakah kita tidak bisa berbelok atau bahkan loncat mengambil jalan yang telah ditempuh oleh orang lain atau merampas jalan yang sedang dijalani oleh orang lain? Apa hanya satu jalan yang ditetapkan oleh Tuhan kepada kita?
Tidak salah jika pemikiran kita demikian, namun akan sangat salah jika kita menggugat Tuhan karena pemikiran kita itu. Saya yakin bahwa kita semuanya menyakini bahwa sifat Tuhan itu banyak tidak hanya satu atau 2 saja. Jangan terjebak dengan perasaan putus asa sehingga mencari pembenaran dengan keadaan kita. Pesimitis bukanlah jiwa dan taqdir manusia yang hidup didunia. Kita tidak aka nada di dunia jika kita bukan pemenang. Tuhan sangat menyanyangi kita dengan selalu memberikan pilihan dan kebebasan kepada kita dalam mengambil dan menjalani hidup kita.
DARI SAHABAT UNTUK SAHABAT, hanya mengingatkan BUKAN meng-ajar-kan atau men-ceramah-i.

Yogyakarta, 28 September 2013.

Wednesday, February 27, 2013

Untukmu yang shalehah…



“Dimana letak cinta jika tujuan sudah berbeda. Apa artinya sayang jika keinginan hilang melayang. Apa artinya sebuah kata rindu jika kita memang sudah tak bisa untuk menyatu.“ (......)
Tak kuragukan sayangmu padaku dalam hal apapun. Namun tetap kubertanya pada diriku tentang sayang yang kau ucapkan padaku. Berbagai pertanyaan datang dan menghujam setiap bagian dari hati dan pikiranku. Aku ragu, bimbang dan terharu. Di satu sisi tak boleh ada rasa curiga jika aku sayang padamu. Tapi itu terjadi, dan aku tak kuasa untuk melawan setiap kotoran yang bertumpuk di kepala dan hati.
Kucoba memperlebar ruang di hati, berharap sesak hilang dan berganti dengan lapang. Itu berhasil, walau tak terlalu lapang. Lumanyan untuk orang yang tidak terlalu ikhlas dalam hidup. Perlahan namun pasti, semua pasti bisa teratasi. Itu yang kuyakini dengan jawaban waktu yang memberi. Tapi, tetap saja bayangmu suka mampir dan menyapa. Setiap kali aku dalam kesendirian. Kadang kau tersenyum, kadang kau cemberut. Tak senang jika kulihat engkau bermuka masam. Ku kukatakan padamu, langit mendung, menghilangkan keindahan mentari, rasanya pudar cantikmu jika engkau bermuka muram. Tak ayal aku menangis setiap kali teringat jika engkau telah pergi.

Thursday, October 18, 2012

Boleh curhat…?



            Lelaki kebanyakan gengsi atau malu untuk menceritakan apa yang dirasakannya kepada kawan atau teman. Tapi apakah itu berlaku bagi wanita? Bisa iya atau tidak. Tapi kemungkinan terbesar, wanita lebih senang bercerita dan berkeluh kesah kepada teman, kerabat atau sahabat atau kepada siapapun yang mareka percaya atau anggap lebih dewasa dan mampu dalam memberikan nasehat kepadanya.
            Aku punya teman yang suka bercerita, hampir setiap kali berjumpa, dia berbicara layaknya rel kereta api yang sangat panjang tanpa bisa putus. Asyik punya temen yang seperti itu. Untungnya ya.. ketika kita lagi malas ngobrol ada dia yang menceritakan dogeng.
Dan juga, Aku punya banyak teman yang jarang, bahkan tidak pernah menceritakan permasalahannya kepada siapapun. Sampai-sampai, kita tidak pernah tahu dia kenapa. merokok sangat banyak, melakukan hal-hal gila yang kadang-kadang tidak pernah dia lakukan. Dan suatu ketika, aku beranikan diri untuk bertanya.
Dan… hmmm… dia nanyak… boleh curhat?
Aku: %^&*%^%&#$&#$&#*
Pertanyaan macam apa itu?! Tentu saja boleh, aturan mana yang melarang kita menceritakan masalah kita kepada temen atau sahabat. Rasa belum ada aturan yang seperti itu, (gak tau kedepannya ada atau ngak… hukum galau jika para penegaknya juga galau). Ayolah kawan, jangan takuet seperti prita yang dipenjara karena curhatannya di internet. Kita gak pake internet, jadi gak akan ada pidana yang menghampiri. Just between you n me… no body else… you can keep my word, trust me…
Dan akhirnya, dia bercerita. Kamu tahu, kenapa aku melakukan banyak hal gila akhir-akhir ini?
Aku: ya gak lah, kamu belum cerita…
Aku ingin melupakan dia, tapi tidak bisa. Dia terlalu susah untuk dilupakan. Dia terlihat sempurna dan cantik di mataku. Banyak cara yang kulakukan untuk melupakannya. Tapi tetap tidak bisa, yang tergila pun sudah, tetap saja tidak bisa. Sepertinya dia lengket di hati dan pikiran ku. Sepertinya dia Tidak mau berpisah denganku, aku tidak tahu perasaan ini benar atau salah. Tapi yang kau rasakan seperti itu.
Kadang aku ebrpikir, aku bukanlah aku yang dulu. Hilang semangat untuk hidup, tapi itu kenyataannya. Jadi aku harus menerimanya sepahit apapun itu. Sob, aku akhirnya berdoa pada Tuhan, Ya Allah, aku titipkan hatiku padamu… dan berikanlah keikhlasan dalam menerima ketentuanmu… jika memang dia untuk ku… dekatkanlah… jika memang bukan, jauhkanlah… aku hanyalah kepunyaan mu…”
Dan setelah itu, aku berusaha untuk menerima kenyaataan itu semua. Bisa atau tidak, aku harus bisa.
Dan… blaa…..blaa…. bla…
Makasih sob, udah mau mendegarkan curhat ku….
Aku:  apa?! Udah selesai..?! oke..siip…
Makanya, punya masalah tu jangan di pendam…
Dan seperti itulah,,, jadi pendengar yang baik tanpa bisa berkomentar. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk seorang teman yang lagi galau. Bahkan berpikir curhat itu di larang. Ini mungkin termasuk manusia modern… ***

Friday, September 7, 2012

GILA KARENA WANITA



Pernah dengar gak kalimat yang mengatakan bahwa orang bisa melakukan apapun karena cinta. Orang bisa melakukan hal-hal yang gila karena cinta. Karena mata hatinya telah buta karena rasa cintanya kepada wanita yang dicintai. Tidak bisa membedakan mana yang logis mana yang gak. Udah gak bisa membedakan mana yang bagus mana yang tidak. Udah gak ngerti lagi mana yang real mana yang just the shadow yang gak pernah bisa di sentuh, dream. Bahkan orang cenderung akan melakukan hal-hal yang gila. Di suruh loncat dari gedung berlantai seribu tingkatpun, berani dia loncatnya. Di kerjai pun sama wanita yang dia cintai misalnya, dia tetap akan melakukannya demi wanita yang di cintainya. Di surh nyebarang lautan gak pake perahupun, pasti akan di lakukannya. Gila… gila..

Sunday, April 22, 2012

SAHABAT

"A best friend can tell you things you don’t want to tell yourself"

you know what?! this quote is absolutely true... ini merupakan sesuatu yang benar dan sangat benar. kita semua mungkin tidak pernah merasakan seperti itu, tapi itulah kenyataan. kita jarang sekali melihat semua kesalahan dan ketidakmampuan kita. dengan kata lain kita jarang sekali melihat diri sendiri, menilai diri sendiri, dan merasa diri sendiri lebih benar, lebih bisa, lebih dari siapapun. tanpa mengurangi rasa hormat saya untuk kalian semuanya, dengan sangat menyesal aku katakan itulah kebenarannya. jangan lupakan bahwa kita adalah manusia yang tumbuh dan hidup dengan ego yang tinggi, sikap menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri. selfish...

Dan jangan lupakan bahwa kita adalah manusia yang dari namanya saja sudah tertera bahawa kita penuh dengan kesalahan, kelupaan dan penuh dengan khilaf. jadi jangan pernah merasa diri lebih benar, jangan merasa diri lebih dari orang lain. siapapun kalian, jangan lupakan hal ini. 

semuanya orang punya versi tersendiri tentang apapun dan siapapun. kita yang merasa diri benar dan merasa diri paling jujur, baik dan sopan. merasa diri paling pintar, cerdas dan pandai. belum tentu dalam versi orang lain kita mempunyai semua itu. belum tentu kita cerdas menurut versi manusia lainnya. pandai, kita paling benar dan etc, belum tentu...!

Wednesday, December 28, 2011

Elegi Penampilan Imam


“mam potong rambutnya!!!”
Tiba-tiba aja sebuah teriakan membuatn kupingku bergerak mencari arah suara itu. Aku hanya tersenyum melihat banyak kawan yang bilang buat motong ni rambut. Padahal niatannya buat manjangin, biar terlihat lebih beda dari biasa. Lagi pula aku merasa pede dengan rambut yang panjang dan berantakan. Wah, parah ni, aneh berat... haha.. tapi bneran, aku ngerasa lebih pede aja. Aneh-aneh memang,,,
Tapi Apa daya, sepertinya aku harus menyerah dengan keadaan. Hahaha... abisnya banyak yang bilang motong rambutnya. Aku kira sah-sah aja aku rambutnya gimana-gimana. Tapi sepertinya aku tidak bisa bersikap seperti itu. Apa lagi dengan keadaan heboh-hebohnya anak punk. Bisa-bisa aku juga di bawa tu ke SPN. Bisa berabe, Cuma gara-gara rambut doang bisa panjang masalahnya. Hahaha... sempat mikir sich gitu. Wah.. ngeri... bisa jadi selebriti dadakan ntar... parah...
Udah banyak ni yang komentar setiap kali jumpa.
“woi...! potong rambut sana! Sok korea...”
“Mam..! potong rambut dulu, mana ada sarjana gitu penampilannya..”
“ aduch sob... jelex x udah kok... potonglah rambutnya, biar rapi dikit..”

Tuesday, December 13, 2011

Bugam dan Bakai


“untuk menjadi orang sukses pada masa sekarang ini, kita harus biugam dan bakai.” Spontan aku merasa tidak percaya dengan perkataan seniorku. Dari raut mukanya dia terlihat serius dengan perkataannya.
“Iya benar...” dia mencoba menyakinkan.
“Tidak perlu merasa malu untuk meminta tolong sama orang lain. Kitakan tidak minta uang sama orang, Cuma minta kerjaan. Jangan malu, beu bugam bacuet. Bakai pih beuna bacuet. Rasa malu itu perlu, tapi kita letakkan pada tempatnya.”
Liat aja para pejabat yang mau jadi anggota legeslatif. Mareka tidak malu mendekati kita sebagai masyarakat yang biasa  dalam strata kehidupan negara yang miskin demokrasi, hanya untuk meminta kita agar memilih mareka. Mareka tulis berbagai slogan yang belum tentu benar adanya jika kita melihat realitanya. Tapi apa mareka malu?! Tidak, tetap aja mareka menyarankan. Pilihlah saya!!!, saya orangnya amanah, saya orangnya jujur, saya orang yang bertanggung jawab. Dan berbagai macam slogan lainnya.
Padahal belum tentu yang menyuruh kita untuk memilih dia baik sama istrinya, adil sama keluarganya. Jujur sama ibu dan bapaknya. Dipercaya oleh masyarakat. Itu karena mareka bugam dan bakai. Minyeu jet tatamah bacuet tet nah, chit batat droe awak nyan.

Wednesday, December 7, 2011

Orang Yang Putus Asa


Malam semakin larut dan aku tetap saja tidak bisa memejamkan mata yang telah lelah ini walau hanya untuk sesaat. Menghindarkan diri dari dunia yang penuh dengan masalah. Ntah apa yang ada dalam benakku. Sampai aku tidak bisa merasakan lagi nikmatnya terlelap dalam buaian malam. Akupun tak mampu menahan aliran darah yang terus mengucur deras di kepala, berbarengan dengan gelombang pikiran yang tidak karuan tentang kehidupan. Rasanya terlalu banyak problema yang kuhadapi. Rasanya aku sudah terlalu tua untuk menyelesaikan semua permasalahan ini. Aku berpikir untuk segera pensiun dari percaturan dunia yang tidak pernah ada akhirnya bagi kebaikan.
Rasanya aku terlalu lelah untuk memikirkan sesuatu yang tidak pernah ada. Yang bisa kulakukan hanya bermimpi tanpa bisa mewujudkannya. Mimpi hanya akan terus menjadi mimpi tanpa ada realisasi. Mimpi, hanya akan terus berada dibenak pikiran yang sempit ini jika tidak pernah kita keluarkan untuk menjadi sesuatu yang nyata yang benar-benar kita inginkan.
Mungkin saja aku merasa putus asa dengan segala permasalahan yang tidak pernah kunjung selesai. Bisa jadi, mengingat selama ini tidak ada satupun dari tujuan dan impianku terwujud. Sebenarnya, tidak ada kata putus asa pada kamus kehidupanku. Namun, keadaan terlalu mengodaku untuk selalu dan selalu menggunakan kata-kata yng tidak pernah ada ini.
Aku merasa jiwaku tidak bersamaku lagi. Dia menghilang seiring dengan perasan yang kalut yang berujung kepada rasa tidak percaya bahwa aku ini hidup. Bahwa aku ini punya tanggung jawab, punya kewajiban yang harus aku tunaikan kepada ALLAH sebagai khalifah dimuka bumi ini. Berbagai macam cara telah aku tempuh untuk mendapatkan jiwaku yang telah hilang terhapus realitas yang tidak pernah berpihak kepadaku. Mungkin menurutku yang  tidak berpihak kepadaku.

Tuesday, December 6, 2011

Smalam Di Lala


Sore yang mendung untuk kegiatan yang diluar rencana. 3 desember menjadi tanggal kami dan kawan-kawan untuk melewati malam mingguan di hutan lala. Bukan keputusan yang tepat mengingat hujan baru saja menguyur kota mila. Ada apa gerangan? Pastinya sangat mengiurkan dan menantang bagiku secara pribadi, yaitu camping. Ini yang pertama kalinya aku camping kalo boleh dikatakan camping. Bukan karena tidak suka aku sama camping, tapi berbagai rencana yang dulunya telah dirancang tidak pernah datang sesuai dengan keinginan kami. Ada aja alasannya sampai tidak pernah lagi kami berencana buat camping karena berbagai alasan yang tidak pernah jadi. Alangkah lucunya. Namun ketika tidak terencana, malah terjadi dengan tiba-tiba.
Ada yang tahu lal itu dimana? Akan terdengar aneh bagi mareka yang diluar daerah kabupaten pidie. Namun terdengar familiar bagi mareka yang berada di dalamnya. Lala daerah yang berada jauh dari keramaian kota. Belasan kilo jauhnya dari kota sigli, kira-kira berada sebelah utara kota sigli. Jalanannya sekarang lumanyan bagus, lebih bagus dari zaman penjajahan.

Friday, July 1, 2011

Kesempurnaan


Dulu, tepat di ufuk utara
Bintang itu tersenyum terang
Lekuk sinarnya membasahi bumi ladang
Kesempurnaan bagi Sang Pencipta
Lihatlah
Dia terlihat pucat
Waktu berjalan meninggal pula
Cahayanya remang dan telat
Tetap kesempurnaan kepada yang Esa
Esok?
Siapa yang tahu
Mungkin hilang tak berbentuk
Atau menunggu waktu disitu
Kesempurnaan hanya milik penguasa makhluk.

                                                                                    Banda aceh, 19 juni 2011

Thursday, June 30, 2011

Bulan


Bersinar terang layaknya mentari
Gagah berdiri di singgasana malam
Berhiaskan awan putih melati
Berjubah hitam pekatnya alam
Terlihat indah dari bumi
Bersinar terang di hati kelam

                                                            Banda aceh, 18 juni 2011

Friday, June 17, 2011

Bulanku

Indahnya sinaran bulan membuat terpana hatiku
Kamu tahu, aku dapat menikmatinya setiap saat aku bertemu kamu
Pancaran matamu yang selalu indah telah menyentuh qalbu
Tak bisa kulupakan walau hanya sedetik waktu
Malam itu, di jalan Lambaro kita melepas rindu
Malam itu, hatiku sedih tak menentu
Pancaran sinar bulan hilang dimatamu
Tertutup awan kesedihan, disirami hujan deras membisu
Redup sinaranmu membuat hatiku hanya bisa meraba dengan pilu
Kamu tahu, aku hanya bisa diam layaknya bintang yang memandangmu kaku
Namun hatiku selalu berkata-kata semua tentangmu
Cemas dan gelisah pun menyatu
Apa gerangan duhai bulanku?
Apa aku tak cukup indah bagimu?
Aku sadar, sinaranku tak akan mampu membahagiakanmu
Aku tahu diriku terlalu kecil dibandingkanmu
Tapi aku akan selalu menemanimu
Meski matahari lalu datang menderu
Duhai bulanku, bercahayalah di depan dan belakangku
Selamanya, ntah sampai kapanpun itu.



                                                                                                Beurenueun,14 juni 2011

Monday, June 13, 2011

Aku

Aku, hanyalah manusia buta yang mencari cahaya syurga yang ntah berada dimana dan kapan.
Aku, hanyalah manusia yang berjalan bersama angin malam yang dingin, kelam mencari harapan.
Aku, hanyalah manusia yang tidur ketika malam bermimpi, siangnya ditelan.
Aku, hanyalah manusia yang tersenyum ketika bulan hilang bersama bintang; dan menangis ketika sang fajar bertengger diatas awan.
Aku, hanyalah seonggok daging yang berjalan mengejar cahaya diseberang lautan.
Aku, hanyalah sebatang rumput yang rindu akan pelukan awan.
Aku, bukanlah aku yang berjalan di atas batu-batu harapan.
Dan aku bukanlah aku yang berbicara, diam dan menangis di atas nampan.
Tapi aku, hanyalah orang yang tidur dan berjalan dalam mimpi keduniaan.
Tolonglah aku, karena aku bukanlah aku yang didepan.




Beurenuen, 11 juni 2011

Sunday, June 12, 2011

Hikayat Bujang Lapoek


Kunếng- Kunếng padế dalam blang, tapi that sayang ketulo pajoeh.
Umu ka tuha udếp lam lajang, cukoep that judo goehloem troeh.
Jipoet angến coet uroe timang, peu ếk layang u langết tujoeh.
Meubagoe cara kalheuh lon paban, peut boeh tunangan mandum kaputoeh.

Kilat gelanteu meurếk rếk awan, siat oeh lheuh nyan ujen ka ji toeh.
Janji jeulamế phon limeung blah manyam, sibuleun lheuhnyan ka jet dua ploeh.
Jitoeh ujen hana jipiram, leupah that sayang ureung meulampoeh.
Han ếk lon pikế ule ka mumang, bak mak tuwan kapayah meutanggoeh.

Pane jitimoeh si aneuk bayam, jareung ta siram baja tan taboeh.
Kon han lon meukawến umu ka matang, tapi nyuem meuh simanyam ka sijuta lhếe retoeh.



                                                                                                11 juni 2011/ Nas Mk