“Kamu adalah apa yang
kamu pikirkan”
Itu kata orang-orang
sukses. Iya, ataupun tidak. Aku rasa kalian semua punya pilihan. Tapi aku lebih
memilih percaya akan perkataan itu. Bagaimana tidak, setiap kali kita mengatakan
pada diri kita bahwa kita adalah pecundang,
maka kita akan tetap merasakan bahwa diri kita itu pecundang. Jadilah kita
pecundang untuk selamanya.
Ada dua rumus yang
berlaku dan terdapat di dalam diri kita sebagai manusia. Rumus logika dan rumus
spontanitas atau alam bawah sadar yang timbul dan bergerak ketika kita tidak
mempu lagi menggunakan logika atau alam sadar kita.
Dari situ, kita dapat
melihat bahwa setiap perkataan adalah doa. Dan itu benar, setiap perkataan kita
adalah doa buat diri kita. Setiap perkataan kita adalah perintah yang tersimpan
di alam bawah sadar kita. Setiap perkataan kita adalah manifestasi dari
pemikiran kita terhadap diri kita. Masih belum nyambung?!
Jadi gini, rumusan
dasarnya adalah kita adalah apa yang kita pikirkan. Misalkan saja kita berpikir
bahwa kita ini adalah manusia yang tidak bisa bermain bola, atau katakanlah
kita tidak bisa matematika, ataupun kita tidak mampu dalam hal biologi. Maka pemikiran
kita itu telah membatasi ruang gerak kita. Telah membatasi alam bawah sadar
kita. Telah terukir dengan rapi di alam bawah sadar kita bahwa kita tidak bisa,
tidak bisa dan tidak bisa. Maka jadilah kita tidak bisa.




