Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa menunggu...Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Monday, April 23, 2012

HUJAN




Tiba-tiba saja glen lari mendekati wanita pujaannya. Tak perduli ramainya orang yang lalu lalang melihat mereka berkejar-kejaran. Dia tetap mengejar dan terus mengejar hingga mendekati lina. Dilihatnya lina menangis, dan terus menangis tanpa berhenti. Tapi glen tidak menangis, dia berusaha tetap tegar dan tenang. Namun jauh di dasar hati glen, setiap tetes air mata lina membuat dirinya terluka, sakit, perih. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain membiarkan istrinya menangis dengan apa yang terjadi pada mareka. Tiba-tiba saja hujan menyapa mareka, seolah-lah Alam semestapun ikut menangis dengan apa yang terjadi pada lina dan glen. Setiap tangisan lina menambah derasnya tangisan alam.
Glen mendekati lina dan berkata, “sabar sayang… sabar…” sambil memeluk lina yang mulai kedinginan. “mari kita pulang sayang, nanti kamu sakit…”
Lina malah menggeleng dalam pelukan glen. “Tapi,,, nanti kamu sakit,,, dan aku gak mau kamu tu sakit”.
“Tidak!” teriak lina. Dia bangun dari pelukan glen dan mencoba duduk sedikit menjauh dari glen.
Mareka hanya diam. Yang terdengar hanya suara hujan yang masih saja lebat. Sesekali terdengar guntur yang kebetulan lewat. “Seharusnya ada anak kita yang duduk tengah…” tiba-tiab lina bicara. ”Bangku ini muat buat kita bertiga…, aku, kamu, anak kita… Dan kita akan setiap hari bermain di taman ini dan duduk di bangku yang sama, warna yang sama, putih. Bunga yang indah serta air pancuran yang ada didepan kita akan lebih merdu suaranya”.
            Glen kembali mendekati lina, kedua tangannya memegang bahu lina dan di balikkan lina supanya berhadapan dengan glen. Bukan kamu saja yang merasa kehilangan, aku juga… tapi kita masih bisa mencobanya lagi, kita bisa berusaha lagi, kita masih punya kesempatan. Glen telah berusah menyakinkan lina.
Itu saat terakhir mareka berbicara, sebelum akhirnya lina memutuskan untuk pergi. Dan liat lah glen sekarang, sangat menderita… tapi dalam beberapa hari ini glen mengalami kemajuan. Dia sudah bisa tenang dan tidak berteriak lagi seperti yang biasa dia lakukan.
“so… tugas kamu hanya menganti baju dan seprei kasur tempat glen tidur, serta mencucinya, gimana? Bisa?!”
“Siap bu…”
“saya tinggal ya…”
dan…. Selanjutnya…  Bla…bla….bla……. end.
***
Aku rasa ada ribuan film atau cerita yang menggunakan hujan sebagai latar dari cerita atau dalam skenario mareka. Seperti cerita di atas. ya… walaupun gak habis aku buatnya. Hanya sebagai contoh. bisa jadikan?! Tapi yang ingin aku katakan, mungkin lina dan glen akan mengingat kejadian seperti itu setiap kali turun hujan. memory tentang kesedihan mareka waktu itu. Ataupun mareka tidak akan bias mengingatnya sama sekali. (bisa jadi kan?! Hahaha…)
Nach, aku rasa kalian juga punya pastinya. Memory yang selalu xan ingat setiap kali hujan datang. Seolah punya makna sendiri bagi xan semua. Pertanyaannya sekarang Apa makna dari kata hujan bagi xan? Pasti ada sesuatu di situ. Ada kenangan atau memory yang setiap kali datangnya hujan akan muncul dengan sendirinya. Ataupun xan akan merasa senang setiap kali turunnya hujan seolah membersihkan segala bentuk kekotoran hati dan pikiran xan dari segala bentuk permasalahan dunia yang tak kunjung berakhir. Atau bisa jadi membuat xan lebih rileks dan menikmati hidup setiap kali datangnya hujan. Bisa jadi xan merasa lebih damai dengan adanya hujan.
Dinginnya menyejukkan hati yang sedang panas, galau dan gundah. Setiap tetesannya memberikan semangat baru bagi jiwa xan. Betapa damainya dunia jika saja ujan itu selalu turun untuk memberikan kesejukan bagi setiap manusia yang bernaung di bawahnya. Betapa indahnya dunia dengan hiasan pelangi yang di hasilkan oleh hujan. Sejuk yang membuat setiap orang damai, tenteram dan merasa nyaman dengan diri mareka sendiri.
Banyak hal yang terjadi karena hujan. Dan semua dari kita mempunyai kisah tersendiri setiap kali dia datang. Tentu saja kita semua punya, apa itu masa kecil dan lain sebagainya.
Aku beritahu kalian, hujan itu anugerah yang sangat luar biasa bagi kita umat manusia. Hujan itu tidak hanya sebatas hujan yang airnya nanti bisa kita minum. Atau bukan hanya sebatas air yang turun dari langit dan kita manfaatkan untuk bercocok tanam. Bukan hanya itu saja, lebih dari itu.
Waktu aku kecil setiap x hujan datang merupakan kesenangan sendiri bagiku dan beberapa temanku. Kami bisa Maen seluncuran di teras rumah orang, berlarian, bahkan main bola di sawah sampai berlumuran dengan lumpur. Awesome….! Tapi jika sekarang ada orang yang mengajak maen hujan, hahahahaha…… it’s gonna be fun! Xan semua harus coba itu, kemerdekaan yang sebenarnya. Rasa senang yang tidak bisa aku dapatkan lagi sekarang. Yach… tau sendirilah, dunia orang dewasa sangat rumit. Jauh berbeda dengan dunia anak-anak yang lebih simple, lebih apa adanya. Tanpa intrik untuk satu tujuan sendiri, tanpa saling hasut dan saling menkhianati untuk kepentingan pribadi, tanpa segalanyalah. Dunia anak itu lebih sederhana, tidak rumit. Ah, Lupakan saja dunia dewasa. (aku masih ngerasa kecil… hahaha)
Akan percuma aku ceritakan semua tentang hujan jika xan tidak mencobanya sendiri. Tidak merasakannya sendiri. Maka keluarlah ketika dia datang. Rentangkan tangan kalian dan sambut kedatangannya dengan penuh kenangan. Rasakan setiap tetesan yang menyentuh badan xan. Sentuh dia dengan tangan dan hatimu. Rasakan apa yang dia katakan pada xan. Rangkul tangannya dan ajak dia berlari dalam luasnnya hati xan. Ajak dia untuk menyejukkan hati kita yang sedang panas, galau, gundah dan bosan dengan segala permasalahan yang kita hadapi. Ajak dia untuk berbicara. Tak perduli kalian keras suaranya atau kecil atau tidak punya suara sama sekali. Dia akan tetap mendengar kita dengan setiap sentuhannya. Larutkan dia dalam setiap bagian dari diri xan. Jadikan dia sebagai anugerah yang tidak akan pernah di dapatkan oleh siapapun selain xan.
Kemudian larilah, larilah dengan kencang, sangat kencang. Tinggalkan semua masalah, kebosanan, rasa galau xan serta semua hal yang membuat xan muak untuk mengingatnya. Tinggalkan mareka di situ untuk selamanya. Mareka akan lebur sendirinya. Mareka akan hilang terbawa setiap tetesan air hujan dan meresap jauh kedalam bumi. Tidak pernah ada itu semua,
Dan xan akan kembali dengan hidup dan semangat baru yang lebih kuat dari sebelumnya.
Jika tidak ada hujan gimana?! Loh… ya gak mandi hujan, itu aja kok repot. J

No comments:

Post a Comment