Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa menunggu...Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Sunday, March 25, 2012

Remaja



  1. Pengertian
Word Health Organization (WHO) mendefenisikan remaja sebagai periode antara umur 10-19 tahun, sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefenisikan orang muda (youth) sebagai periode 15-24 tahun, sedangkan pada saat ini digunakan defenisi yang luas pada remaja kelompok umur 10-24 tahun. Menarik untuk diperhatikan pemerintah Indonesia menggolongkan remaja sebagai kelompok usia tidak menikah (Surjadi, 2002).
Menurut Napitu (2000) Remaja adalah transisi/peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisiologis, psikologis dan kehidupan sosial. Berkisar antara umur 12 sampai 20 tahun. Masa remaja adalah masa transisi anatar kanak-kanak dan dewasa dan relative belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menangani tekanan emosi, psikologi dan sosial yang saling bertentangan (Surjadi, 2002).
Menurut Anonymous (2000) UU perkawinan no 1  tahun 2000 anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah, yaitu umur 19 tahun untuk anak-anak perempuan dan 25 tahun untuk anak laki-laki.
      Menurut Soetjiningsih (2007) Diknas anak dianggap remaja apabila anak    sudah berumur 18 tahun, yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah.

2. perubahan perubahan fisik pada remaja saat terjadinya pubertas menurut       Soetjiningsih (2007) yaitu :
a.       Perubahan ukuran tubuh
Perubahan fisik utama pada anak masa pubertas adalah ukuran tubuh dalam tinggi dan berat badan. Diantara anak-anak perempuan, rata-rata peningkatan pertahun, dalam tahun selama haid adalah 3 inci, tetapi peningkatan itu bias juga terjadi dari 5-6 inci. 2 tahun sebalum haid peningkatan rata-rata adalah 5,5 inci. Setelah haid, tingkat pertumbuhan menurun sampai kira-kira 1 inci setahun dan berhenti sekitar 18 tahun. Pertambahan berat badan yang paling besar pada anak perempuan terjadi sesaat sebelum dan sesudah haid.
Bagi anak laki-laki, permulaan periode pertumbuhan pesat tinggi tubuh dimulai rata-rata pada usia 12 tahun dan berakhir rata-rata pada usia 15 tahun. Peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudah dimulainya masa pubertas. Sesudahnya, pertumbuhan menurun dan berlangsung lambat sampai usia 20 atau 21 tahun. Karena periode pertumbuhan yang lebih lama, anak laki-laki lebih tinggi dari pada anak perempuan pada saat sudah matang. Anak laki-laki pertambahan berat badan maksimum terjadi 1 atau 2 tahun setelah anak perempuan, dan mencapai puncaknya pada usia 16 tahun.
b.      Perubahan Proporsi Tubuh
Daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya terlampau kecil, sekarang menjadi lebih besar karena kematangan tercapai lebih cepat dari daerah tubuh yang lainnya. Ini tampaknya jelas pada hidung, kaki dan tangan. Barulah pada bagian akhir masa remaja seluruh daerah tubuh mencapai ukuran dewasa, meskipun perubahan besar sebelum masa puber usai.
c.       Perubahan Organ Reproduksi
Perubahan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan ini di tandai dengan munculnya :
1)      tanda-tanda seks primer
Yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks (terjadinya haid pada remaja putrid atau menarche dan terjadinya mimpi basah pada remaja laki-laki (Depkes, 2205).


2)      tanda-tanda seks sekunder
a.       Pada remaja laki-laki terjadinya perubahan suara, tumbuhnya jangkut penis dan buah zakar bertambah besar, terjadinya ereksi dan ejakulasi, dan lebih lebar, badan berotot, tumbuhnya kumis, jambang dan rambut di sekitar kemaluan dan ketiak (Sarwono, 2005).
b.      Pada remaja putri terjadinya perubahan pinggul melebar, pertumbuhan rahim dan vagina, payudara membesar, tumbuhnya rambut diketiak dan disekitar kemaluan (Depkes, 2005).
3)      tanda-tanda seks tertier
yaitu cara berbicara, cara berpakaian, cara mengatur rambut, cara tertawa, cara berjalan dan cara duduk (Surjadi, 2002).

d.      Perubahan Kejiwaan Menurut (Depkes, 2005)
Perubahan kejiwaan pada masa remaja, berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik, meliputi :
1)      Perubahan emosi
a.       Sensitive (mudah menangis, cemas, frustasi, dan ketawa).
b.      Agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi.
2)      Perkembangan Intelegensia
a.       mampu berfikir abstrak, senang memberikan kritik
b.      ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba. Perilaku ingin mencoba hal-hal yang baru merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan reproduksi dalam masa remaja.


e. Ciri-ciri perkembangan menurut (Soetjiningsih, 2007) terbagi menjadi 3 tahap    yaitu :
1.      Masa remaja awal (10-12 tahun), dengan ciri khas antara lain :
a.       lebih dekat teman sebaya
b.      ingin bebas
2.      Masa remaja tengah (13-15 tahun), dengan ciri khas antara lain :
a.       mencari identitas diri
b.      timbulnya keinginan untuk kencan
c.       berkhayal tentang aktifitas seks
3.      Masa remaja akhir (16-19 tahun), dengan cirri khas antara lain :
a. Pengungkapan kebebasan diri, dapat mewujudkan rasa cinta
b.Lebih selektif dalam mencari teman sebaya.

No comments:

Post a Comment