Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa menunggu...Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Thursday, March 8, 2012

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemberian Suntikan Tetanus Toksoid (TT) di Puskesmas Mutiara Timur Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie Tahun 2010


A.    Latar Belakang
Pembangunan nasional jangka panjang menitik beratkan pada kualitas hidup sumber daya manusia yang prima. Untuk itu kita bertumpu pada generasi muda yang memerlukan asuhan dan perlindungan terhadap penyakit yang mungkin dapat menghambat tumbuh kembangnya menuju kedewasaan yang berkualitas tinggi guna meneruskan pembangunan nasional dengan masyarakat yang sehat, sejahtera dan bahagia (Wahaby, 2005).
Diseluruh dunia, angka kematian ibu mencapai 500.000 jiwa setiap tahunnya dan kematian bayi yang baru lahir sebesar 38% dari seluruh kematian balita. Perluasan secara serempak pelayanan klinis dan perawatan ibu dan bayinya sangatlah penting untuk memperkecil angka kematian ibu dan anak yang signifikan sesuai target millenium development goals (2015) (Lancet, 2005).
Penduduk Indonesia pada tahun 2004 telah melampaui 220 juta jumlah anak dibawah 19 tahun masih merupakan golongan penduduk yang sangat besar, yaitu kurang lebih sebesar 77 juta (35,05%) dan jumlah anak balita sebanyak 22 juta (10,4%) dari penduduk 220 juta saat ini (The state of the word children, 2000 ; data Depkes 2004).

Indonesia sehat 2015 mendukung kegiatan pencegahan penyakit, termasuk imunisasi. Imunisasi pada orang dewasa perlu digalakan untuk upaya pencegahan penyakit tetanus toksoid pada ibu dan anak.
Angka kematian bayi (AKB) dalam dua dasawarsa terakhir ini menunjukkan penurunan yang bermakna yaitu apabila pada tahun  1971 masih sebesar 142 dan menjadi 117 per 1000 kelahuran hidup pada tahun 1980 (memerlukan sepuluh tahun), pada tahun 1985 ke tahun 1990 (hanya lima tahun) dari 71 menjadi 54 per 1000 kelahiran hidup. Penurunan tersebut diikuti dengan menurunnya angka kematian BALITA atau AKABAR menjadi 56 per 1000 kelahiran hidup. Keberhasilan tersebut adalah hasik teknologi tepat guna yang dilaksanakan diseluruh Indonesia sejak tahun 1977 dengan menggunakan kartu menuju sehat (KMS) dalam memantau tumbuh kembang anak (Wahaby, 2005).
Masyarakat yang berprilaku sehat akan dapat menciptakan dan memelihara lingkungan yang sehat. Masyarakat yang sehat juga akan memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya dan turut serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat. Sedangkan petugas kesehatan yang berprilaku sehat akan responsive terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan demikian pada gilirannya ketiga pilarvisi “Indonesia Sehat” yaitu prilaku sehat, lingkungan sehat serta pelayanan kesehatan yang bemutu, adil dan merata akan tercapai. Dengan begitu, mimpi kita tentang Indonesia yang sehat di masa depan akan benar-benar terwujud (Anonymous, 2008).
Silalahi (2004) mengemukakan bahwa tetanus di Indonesia mengakibatkan kematian sekitar 9,8% dari 184 ribu kelahiran bayi di Indonesia. Walaupun pada tahun 1995 kasus serangan tetanus sudah menurun, tetapi ancaman itu tetap ada. Sehingga perlu diatasi secara serius, meskipun infeksi tetanus berakibat fatal, namun dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi adalah prosedur untuk meningkatkan derajat imunisasi seseorang terhadap kuman pathogen. Hal ini dimaksudkan agar orang yang diberikann imunisasi akan kebal terhadap penyakit yang disebabkan oleh kuman patogen sesuai dengan vaksin yang diberikan (Markum, 2000).
Umumnya vaksin tetanus toksoid ditawarkan pada pasangan calon pengantin yang akan menikah, namun banyak pasangan yang menolak karena adanya faktor kekurangan pengetahuan terhadap vaksin tetanus toksoid (TT) (Hartono, 2005).
Pada saat pemeriksaan kehamilan ini pula, ibu hamil diberikan suntikan tetanus toksoid (TT). Pemberian vaksin (toksoid) melalui suntikan, diperlukan untuk melindungi ibu hamil saat bersama bayinya terhadap tetanus neonatorum. Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan yang akan menikah mendapat imunisasi tetanus toksoid, maka setelah menikah dia akan terlambat hamil. Sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi setelah melahirkan. Setiap ibu hamil harus mengetahui, memahami manfaat dan jarak waktu pemberian TT (Achsin, 2003).
Dari sejumlah kasus, tetanus pada bayi baru lahir memiliki angka yang sangat signifikan (10%). Pada umumnya kasus itu, penggunaan gunting yang kotor (15%) dan berkarat oleh para bidan (10%) atau dukun bayi pada saat memotong tali pusat bayi (60%) adalah penyebabnya (Khalidatunnur, 2007).
Menurut Widian Nur (2008), menyatakan bahwa dengan keberhasilan imunisasi sejak itu dilakukan pula vaksinasi tetanus toksoid (TT) pada ibu hamil tahun 1974. sangat dianjurkan bagi ibu hamil yang belum divaksinasi TT untuk segera divaksinasikan, selain itu melindungi diri ibu juga memberikan kekebalan pada bayinya yang baru dilahirkan agar tidak terkena tetanus. Sedangkan bila ibu belum pernah mendapatkan TT atau meragukan, perlu diberikan sejak kunjungan antenatal yang pertama sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan. Pemberian TT pada ibu hamil tidak membahayakan walaupun  diberikan pada kehamilan muda, menurut Gazali (2007) imunisasi tetanus toksoid (TT) diberikan pada ibu hamil dengan jumlah pemberian sebanyak 2 kali pada trimester ke II, interval waktu 4-6 minggu. Sehingga diharapkan dapat memberikan kekebalan selama 3 tahun.
Imunisasi tetanus toksoid (TT) merupakan suatu usaha memberikan kekebalan pada ibu hamil dan bayi terhadap penyakit tetanus dengan pemberian vaksin tetanus toksoid. Manfaat dari pemberian imunisasi tetanus toksoid ini adalah melindungi bayi dari penyakit tetanus neonatorum dan melindungi tubuh ibu dari tetanus apabila terluka. Pemberian imunisasi tetanus toksoid ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dari penyakit tetanus neonatorum (Ranuh, 2005).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Mutiara Timur pada bulan Januari- Juli tahun 2010 yaitu 192 ibu hamil.
Atas dasar permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pemberian suntikan tetanus toksoid (TT) di Puskesmas Mutiara Timur Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie Tahun 2010”.

B.     Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah pada penelitian ini adalah “bagaimanakah gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pemberian suntikan tetanus toksoid (TT) di Puskesmas Mutiara Timur Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie Tahun 2010”.

No comments:

Post a Comment