Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa menunggu...Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.

Wednesday, April 24, 2013

Pengemis?




Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar, membaca atau bahkan melihat pengemis? Jikalau boleh ditebak, anda pasti beranggapan mareka orang yang tidak mampu, miskin dan berada dikelas yang paling rendah dalam strata masyarakat. Hmm, bisa jadi benar bisa jadi tidak pendapat anda. Liat-liat juga yang ngemis itu siapa, belum tentu dia orang miskin. Belum tentu dia orang yang tidak mampu dan belum tentu juga dia itu orang yang stratanya ada dibawah kita.
Faktanya, banyak dari mareka yang ngemis punya pendapat yang sangat besar setiap harinya. Kalkulasinya secara sederhana, dimulai dari pertanyaan berapa jumlah uang yang anda kasih jika ada orang yang meminta kepada anda? Rp.500?! 1000?! Ata bahkan 2000 atau 10.000?! dalam jumlah orang dan lamanya waktu mengemis bisa jadi pendapatnya lebih tinggi dari kita. Bisa jadi…
Banyak yang punya pengalaman dengan pengemis, aku pribadi misalnya. Menarik ketika ketemu dan melihat mareka. Bajunya boleh compang camping tapi penghasilannya bisa dikatakan fantastis. Jadi, kejadiannya siang. Kita lagi jalan-jalan melihat suasana kota baru. Berhenti di toko dan liat-liat hape baru. Nanyak-nanyak hape seolah-olah mau beli ternyata nanyak doang. Hehehe… belum mampu beli. Tiba-tiba, datang seorang dengan baju yang.,.. hmmm,,, parlente men…! Gila, mantap abis… nanyak hape, trus nanyak harga dan wuussss….. lansung cabut tu orang. Wah… gila, kita baru nanyak2, dia malah datang, beli dan cabut. Tanpa meminta diskon! Kembaliannya aja gak diambil. Wow,,, ni orang dermawan bgt. Hahahahaha…
Dan malamnya, lagi asyik nongkrong tiba2… hmm,, minta pak,,,, kasian saya… anak saya sakit… aku kasih sribuan, iba ma yang minta… pergi deh tu orang. Sob, itu bukannya yang beli hape tadi siang? yang mana?! Aku mencoba mengingat. Itu… yang beli hape lansung kabur. What?! Yang bener?! Iya,,, bener,,, wah.., gila tu orang… kerjaannya minta, ngemis… tu orang gak punya kemaluan mungkin… gak punya otak juga,,, hahaha… (ni fakta bro).
Kisah kedua, ada orang tua yang minta-minta. Aku kasih dach 500. Dia ambil, liatin uangnya, liatin ke aku. Ini pak uangnya (sambil ngembaliin uang yang aku kasih), mbok ngasih yang banyakan dikit, 500 saya juga punya banyak ni… what?! Gila ni orang! Bikin kita malu aja, seharusnya yang malu tu dia. Ini malah aku yang malu. Asem gak tu…. Masak minta nentuin tariff sich,,,! Udah minta juga…

Wednesday, February 27, 2013

Untukmu yang shalehah…



“Dimana letak cinta jika tujuan sudah berbeda. Apa artinya sayang jika keinginan hilang melayang. Apa artinya sebuah kata rindu jika kita memang sudah tak bisa untuk menyatu.“ (......)
Tak kuragukan sayangmu padaku dalam hal apapun. Namun tetap kubertanya pada diriku tentang sayang yang kau ucapkan padaku. Berbagai pertanyaan datang dan menghujam setiap bagian dari hati dan pikiranku. Aku ragu, bimbang dan terharu. Di satu sisi tak boleh ada rasa curiga jika aku sayang padamu. Tapi itu terjadi, dan aku tak kuasa untuk melawan setiap kotoran yang bertumpuk di kepala dan hati.
Kucoba memperlebar ruang di hati, berharap sesak hilang dan berganti dengan lapang. Itu berhasil, walau tak terlalu lapang. Lumanyan untuk orang yang tidak terlalu ikhlas dalam hidup. Perlahan namun pasti, semua pasti bisa teratasi. Itu yang kuyakini dengan jawaban waktu yang memberi. Tapi, tetap saja bayangmu suka mampir dan menyapa. Setiap kali aku dalam kesendirian. Kadang kau tersenyum, kadang kau cemberut. Tak senang jika kulihat engkau bermuka masam. Ku kukatakan padamu, langit mendung, menghilangkan keindahan mentari, rasanya pudar cantikmu jika engkau bermuka muram. Tak ayal aku menangis setiap kali teringat jika engkau telah pergi.

Thursday, October 18, 2012

Boleh curhat…?



            Lelaki kebanyakan gengsi atau malu untuk menceritakan apa yang dirasakannya kepada kawan atau teman. Tapi apakah itu berlaku bagi wanita? Bisa iya atau tidak. Tapi kemungkinan terbesar, wanita lebih senang bercerita dan berkeluh kesah kepada teman, kerabat atau sahabat atau kepada siapapun yang mareka percaya atau anggap lebih dewasa dan mampu dalam memberikan nasehat kepadanya.
            Aku punya teman yang suka bercerita, hampir setiap kali berjumpa, dia berbicara layaknya rel kereta api yang sangat panjang tanpa bisa putus. Asyik punya temen yang seperti itu. Untungnya ya.. ketika kita lagi malas ngobrol ada dia yang menceritakan dogeng.
Dan juga, Aku punya banyak teman yang jarang, bahkan tidak pernah menceritakan permasalahannya kepada siapapun. Sampai-sampai, kita tidak pernah tahu dia kenapa. merokok sangat banyak, melakukan hal-hal gila yang kadang-kadang tidak pernah dia lakukan. Dan suatu ketika, aku beranikan diri untuk bertanya.
Dan… hmmm… dia nanyak… boleh curhat?
Aku: %^&*%^%&#$&#$&#*
Pertanyaan macam apa itu?! Tentu saja boleh, aturan mana yang melarang kita menceritakan masalah kita kepada temen atau sahabat. Rasa belum ada aturan yang seperti itu, (gak tau kedepannya ada atau ngak… hukum galau jika para penegaknya juga galau). Ayolah kawan, jangan takuet seperti prita yang dipenjara karena curhatannya di internet. Kita gak pake internet, jadi gak akan ada pidana yang menghampiri. Just between you n me… no body else… you can keep my word, trust me…
Dan akhirnya, dia bercerita. Kamu tahu, kenapa aku melakukan banyak hal gila akhir-akhir ini?
Aku: ya gak lah, kamu belum cerita…
Aku ingin melupakan dia, tapi tidak bisa. Dia terlalu susah untuk dilupakan. Dia terlihat sempurna dan cantik di mataku. Banyak cara yang kulakukan untuk melupakannya. Tapi tetap tidak bisa, yang tergila pun sudah, tetap saja tidak bisa. Sepertinya dia lengket di hati dan pikiran ku. Sepertinya dia Tidak mau berpisah denganku, aku tidak tahu perasaan ini benar atau salah. Tapi yang kau rasakan seperti itu.
Kadang aku ebrpikir, aku bukanlah aku yang dulu. Hilang semangat untuk hidup, tapi itu kenyataannya. Jadi aku harus menerimanya sepahit apapun itu. Sob, aku akhirnya berdoa pada Tuhan, Ya Allah, aku titipkan hatiku padamu… dan berikanlah keikhlasan dalam menerima ketentuanmu… jika memang dia untuk ku… dekatkanlah… jika memang bukan, jauhkanlah… aku hanyalah kepunyaan mu…”
Dan setelah itu, aku berusaha untuk menerima kenyaataan itu semua. Bisa atau tidak, aku harus bisa.
Dan… blaa…..blaa…. bla…
Makasih sob, udah mau mendegarkan curhat ku….
Aku:  apa?! Udah selesai..?! oke..siip…
Makanya, punya masalah tu jangan di pendam…
Dan seperti itulah,,, jadi pendengar yang baik tanpa bisa berkomentar. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk seorang teman yang lagi galau. Bahkan berpikir curhat itu di larang. Ini mungkin termasuk manusia modern… ***

Friday, September 7, 2012

GILA KARENA WANITA



Pernah dengar gak kalimat yang mengatakan bahwa orang bisa melakukan apapun karena cinta. Orang bisa melakukan hal-hal yang gila karena cinta. Karena mata hatinya telah buta karena rasa cintanya kepada wanita yang dicintai. Tidak bisa membedakan mana yang logis mana yang gak. Udah gak bisa membedakan mana yang bagus mana yang tidak. Udah gak ngerti lagi mana yang real mana yang just the shadow yang gak pernah bisa di sentuh, dream. Bahkan orang cenderung akan melakukan hal-hal yang gila. Di suruh loncat dari gedung berlantai seribu tingkatpun, berani dia loncatnya. Di kerjai pun sama wanita yang dia cintai misalnya, dia tetap akan melakukannya demi wanita yang di cintainya. Di surh nyebarang lautan gak pake perahupun, pasti akan di lakukannya. Gila… gila..

Saturday, June 2, 2012

kacau! gila!


Kacau perasaan ini…. Gila…! pernah kurasakan cemburu tapi tak sebesar rasa cemburuku pada wanita yang satu ini. Gila aku di buatnya, tak bisa kuhilangkan rasa ini walaupun ku tahu dia masih bukan punya siapapun, termasuk aku. Apadayaku, hanya manusia yang penuh rasa curiga, cemburu dan benci serta cinta. Hmmm… aku bahkan tak mengerti dengan semua kata itu. Cemburu?! Apa itu…?! Curiga, benci, apalagi cinta… sekarang rasanya ingin ku buang jauh wajah indahnya yang terukir di hati. Oh… dinda… tega kau buat hati ini menderita.